Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental AUD/USD Anjlok, Pengangguran Di Australia Semakin Bertambah

AUD/USD Anjlok, Pengangguran Di Australia Semakin Bertambah

58
0
BERBAGI

Pasangan mata uang AUD/USD menurun seputar 0.3 % ke rata-rata 0.6908 pada awal session Eropa hari Kamis ini 13/6, sesudah launching data tenaga kerja Australia untuk bulan Mei 2019 yang menyedihkan.

 

Masalahnya laporan itu tingkatkan pertaruhan pasar tentang prospek pemangkasan suku bunga bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA dalam tempo dekat.

 

Pada rapat terakhir kalinya, RBA memberi kesan-kesan jika harapan tingkat pengangguran selalu alami penurunan dan dapat mengangkat inflasi, hingga pemangkasan suku bunga belum dibutuhkan. Tetapi, data kesempatan ini tunjukkan jika tingkat pengangguran malah bertambah, bersimpangan dengan kepercayaan RBA.

 

Australian Bureau of Statistics ABS memberikan laporan jika pekerjaan makin bertambah 42.3k pada bulan Mei, tambah tinggi dibanding perolehan 28.4k pada periode awalnya atau perkiraan yang cuma 16.0k.

 

Namun, tingkat keterlibatan angkatan kerja melompat dari 65.8 % jadi 66.0 %, hingga tingkat pengangguran masih bertambah. Tingkat pengangguran tertera naik dari 5.1 % jadi 5.2 %, walau sebenarnya awalnya direncanakan akan statis.

 

Laporan ini meningkatkan barisan data ekonomi menyedihkan dari Australia, sesudah indeks sentimen customer yang dikeluarkan tempo hari meleset dari harapan. Analis bahkan juga memprediksi jika perlambatan dalam segi ekonomi tersendiri tetap bersambung.

 

Belanja barang bertahan lama sudah bergerak dalam trend sudeways semenjak akhir 2018. Ini peluang mencerminkan pelemahan pasar perumahan selama tahun kemarin.

 

Dengan masih lemahnya pasar property sampai sekarang ini, kami cuma memprediksi perkembangan moderat saja di bidang ritel sepanjang beberapa waktu ke depan, kata Satish Rancchod, seseorang ekonom di Westpac, tentang data sentimen customer.

 

Selain itu, unsur external masih mendesak Aussie, terutamanya berkaitan eskalasi perselisihan dagang AS-China yang menyebabkan penurunan harga-harga komoditi export terutamanya.

 

Hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengutarakan jika dia tidak berkemauan untuk bikin persetujuan dagang dengan Beijing bila mereka tidak ingin memberi konsesi dalam lima hal penting, tanpa ada menerangkan apa lima hal itu.

 

Komentar itu makin mengikis peluang akan tercapainya persetujuan dagang di antara AS serta China dalam pertemuan G20 pada tanggal 28-29 Juni akan datang.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.